RUANG IKLAN

SILAKAN BERIKLAN DI BLOG SAYA.

Ruang Iklan

Space ini bisa Anda gunakan untuk mengiklankan produk Anda

BUKU KOMPUTER AKUNTASNSI ACCURATE ONLINE

SETUP AWAL DATA BASE- INPUT TRANSAKSI-PENYAJIAN LAPOAN KEUANGAN

Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI KEPENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKUNTANSI KEPENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2019

TEKNIK AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH


 A.      Persamaan Akuntansi Pemerintahan
Persamaan akuntansi merupakan filosofi dasar yang sangat penting dalam akuntansi. Persamaan akuntansi merefleksikan karakteristik sebuah organisasi atau entitas akuntansi dalam teknik-teknik dasarnya. Organisasi pemerintahan adalah sebuah organisasi khas dengan karaktristik tersendiri yang secara signifikan memberikan pengaruh dalam desain dan struktur akuntansi.

Organisasi pemerintahan tidak mencari laba. Karkteristik utama ini memberikan pengaruh signifikan dalam desain persamaan dalam akuntansi pemerintahan. Dengan tidak adanya laba, maka tidak ada akumulasi kekayaan yang menjadi hak pemilik yang dilambangkan dalam ekuitas, seperti yang dikenal dalam akuntansi perusahaan. Hal tersebut ditegaskan dalam karakteristik lain yang mengatakan bahwa tidak ada kepemilikan dalam organisasi pemerintahan. Dengan demikian, kekayaan bersih yang dimiliki baik karena inventasi maupun akumulasi hasil operasi bukanlah sebuah ekuitas yang dimiliki seseorang, tetapi lebih merupakan informasi bagi masyarakat tentang jumlah kekayaan bersih pemerintah yang tersedia (available) untuk digunakan dalam menjalankan program-programnya. Dalam akuntansi komersial, kita mengenal persamaan akuntansi sebagai berikut:

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

Persamaan tersebut dalam akuntansi pemerintahan berubah menjadi

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA

Disini terdapat perbedaan yang mendasar antara dana dan ekuitas. Di perusahaan, selisih antara aset dan utang adalah ekuitas yang menunjukkan adanya kepemilikan pada perusahaan tersebut oleh pemegang sahamnya. Sementara itu, di organisasi pemerintahan, ekuitas dana tidak menunjukkan adanya pemilikan siapapun karena memang tidak ada kepemilikan yang bisa diakui.

Teknik akuntansi pemerintahan, seperti digambarkan dalam persamaan tersebut, disebut sebagai teknik akuntansi dana. Akuntasi dana memandang bahwa sumber daya atau kekayaan yang digambarkan dalam neraca tidak ada kepemilikannya dan tidak digunakan untuk mencari keuntungan, melainkan sebuah kekayaan yang dibatasi (restricted) pada sebuah tujuan atau misi tertentu.

Di beberapa negara, teknik akuntansi dana mengalami modfikasi dengan adanya penggunaan dana-dana yang lebih dari satu. Hal tersebut dipicu oleh adanya pemisahan tujuan-tujuan secara spesifik dalam pemerintahan, dimana di setiap tujuan tersebut dialokasikan sejumlah dana untuk dipertanggungjawabkan.

Dalam praktik akuntansi di Amerika Serikat, dikenal pemisahan sumber daya pemerintahan menjadi general fund, capital project, debt service fund, dan lain-lain. Setiap dana (fund)  tersebut merupakan entitas akuntansi tersendiri yang memiliki sistem akuntansi terpisah satu sama lain. Maka, dalam Govermental Accounting Standart Board diebutkan pengertian dana sebagai berikut:

A fiscal and accounting entity with a self-balancing set f accountss recording cash and other financial resources, together with all related liabilities, and residual equities or balances, and changer therein, wich are segregated for the purpose of carrying on specific activities or attaining certain objectives in accordance with special regulation, restriction, or limitation.”

Pemerintah Indonesia adalah salah atu contoh yang mengggunakan akuntansi dana dengan sistem dana tunggal. Artinya, seluruh sumber daya yang dimiliki peemrintah merupakan kekayaan yang memiliki batasan penggunaan, yaitu untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan pemerintah.

B.       Basis Akuntansi dan Fokus Pengukuran
Dalam dunia akuntansi, basis akuntansi menjadi pijakan penting dalam melakukan pencatatan. Basis akuntansi menentukan asumsi-asumsi yang dipakai dalam melakukan pencatatan dan pelaporan. Basis akuntansi yang dipilih juga akan memengaruhi arsitektur standar akuntansi yang dibangun, baik jangka konseptual maupun pernyataan-pernyataannya, terkait dengan kapan sebuah transaksi diakui dan seberapa besar nilainya.

Pelaporan keuangan juga menjadi proses yang akan terpengaruh oleh pemilihan basis akuntansi, terutama bentuk-bentuk laporan yang digunakan dan terutama informasi atau unsur yang harus dilaporkan.

Dalam praktik akutansi pemerintahan, terdapat empat macam basos akuntansi yang biasa digunakan, antara lain:
1.      Basis Kas
2.      Basis Akrual
3.      Basis Kas Modifikasi
4.      Basia Akrual Modifikasi


Basis akuntansi menentukan kapan transaksi dan peristiwa yang terjadi diakui. Basis kas mengakui transaksi pada saat kas diterima atau dibayarkan, sedangkan basis akrual mengakui transaksi ketika transaksi yang bersangkutan secara ekonomi terjadi, tidak semata-semata ketika kas diterima atau dibayarkan.

Dalam menggunakan basis akuntansi, kita tidak bisa lepas dari pemahaman tentang fokus pengukuran. Fokus pengukuran dari satu entitas akuntansi menentukan apa yang akan dilaporkan, dengan kata lain jenis aset dan kewajiban apa saja yang diakui secara akuntansi dan dilaporkan dalam neraca. Konsep basis akuntansi dan fokus pengukuran ini berhubungan erat dan pemilihan salah satu akan mengimplikasikan pemilihan yang lain.

Basis kas, selain melakukan pengkuan hanya berdasarkan kas masuk dan kas keluar, juga memiliki fokus pengukuran hanya pada KAS. Akibanya, yang dilaporkan dalam neraca (jika dibuat) hanya akun KAS, sehingga ekuitas dana yang ada di sisi pasiva hanya menggambarkan keadaa KAS.

Basis Akrual mengakui transaksi pada saat terjadi dan mempunyai fokus pengakuan pada semua sumber daya yang dimiliki. Dengan demikian, neraca yang dibuat dengan basis akrual akan melaporkan semua kekayaaan, utang, dan ekuitas dana yang dimiliki, baik yang bersifat lancar maupun tidak lancar. Maka, dibandingkan dengan basis kas, ekuitas dana akan menggambarkan nilai kekayaan bersih seluruhnya (tidak hanya KAS).

Perbedaan kedua basis tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi sebagai berikut:

Diilustrasikan kedua basis tersebut dapat dilihat dalam ilustrasi sebagai berikut:

Misalnya terjadi transaksi pembelian kendaraan senilai 3.000, neraca setelah transaksi tersebut akan ditampilkan secara berbeda di masing-masing basis.

Pada basis ks, pembelan kendaraan tersebut dianggap sebagai belanja (biaya). Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut adalah:

Dr.Belanja Kendaraan                                         3.000
     Cr.Kas                                                                               3.000

Pada akhir periode, semua akun belanja (biaya) akan ditutup dan mengurangi nilai ekuitas dana. Sehingga yang akan muncul dalam neraca pada basis kas tetap akun KAS saja di sisi aset, karena fokus pengukuran basis kas hanya pada KAS.

Karena fokus pengukuran pada basis akrual adalah semua sumber daya yang dimiliki, maka transaksi pembelian kendaraan tersebut akan dicatat dengan jurnal sebagai berikut:

Dr.Kendaraan                                               3.000
  Cr.Kas                                                                                          3.000

Dengan demikian, neraca pada basis akrual akan menampilkan akun kendaraan (Aset Tetap) selain KAS di sisi aset, sedangkan Ekuitas Dana di sisi pasiva tetap 10.000. hal tersebut menunjukkan fokus pengukuran basis akrual yang melaporkan semua perubahan kekayaan sehingga transaksi tersebut dianggap sebagai penambahan aset tetap.


Terlihat terjadi perbedaan dalam kedua neraca tersebut sebagai akibat dari satu kejadian transaksi yang sama. Dalam neraca berbasis akrual terdapat akun mobil yang tidak diakui pada neraca berbasis kas. Akan tetapi, yang lebih penting untuk diperhatikan adalah dari transaksi yang sama kedua neraca tersebut menghasilkan nilai ekuitas dana yang berlainan (7.000 pada neraca berbasis kas dan 10.000 pada neraca berbasis akrual). Ketika sebuah entitas pemerintah harus memilih salah satu dari kedua basis tersebut, pertanyaannya adalah iinformasi keuitas dana manakah yang lebih baik?

Informasi tentang ekuitas dana yang disampaikan oleh neraca berbasis akrual diyakini memberikan informasi yang lebih komprehensif kerena merepresentasikan seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah. Akan tetapi, banyak pihak juga dikendaki pelaporan ekuitas dana seperti yang tercantum dalam neraca berbasis kas karena benar-benar menunjukkan jumlah ketersediaan kas yang dimiliki pemerintah, sebuah informasi yang berguna dalam pengendalian anggaran sekaligus menunjukkan kemampuan keuangan pemerintah dalam pengeksekusi program-program jangka pendeknya.

Basis Kas Modifikasi adalah sebuah pendekatan yang mencoba menampilkan informasi yang dihasilkan basis kas, sekaligus menyajikan informasi yang hanya bisa dimunculkan oleh basis akrual. Dengan basis kas modifikasi, transaksi-transaksi dicatat berdasarkan kas yang diterima atau dibayarkan, sehingga neraca yang dihasilkan akan seperti neraca berbasis kas. Perbedaannya, basis kas modifikasi menggunakan fokus pengukuran atau semua sumber daya.

Dengan ilustrasi yang sama, transaksi pembelian kendaraan dalam basis kas modifikasi akan dicatat sebagai transaksi belanja dan mengurangi ekuitas dana menjadi 7.000
Dr. Belanja Kendaraan                                                     3.000
     Cr. Kas                                                                                             3.000

Namun, fokus pengukuran menghendki informasi tentang kendaraan dimunculkan dalam neraca sehubungan dengan fokus pengukurannya yang menghendaki semua kekayaan yang dimiliki ditampilkan dalam neraca. Akibatnya, pelaporan ekuitas dana juga tidak lagi 7.000 tetapi menjadi 10.000, padahal berdasarkan transaksi seharusnya nilai ekuitas dana hanya 7.000.

Maka, dalam basis kas modifikasi, dilakukan jurnal tambahan untuk mengakui mobil dan melakukan penyesuaian pada ekuitas dana sebagai berikut:

Dr. Kendaraan                                                                 3.000
     Cr. Ekuitas dana yang diinvestasikan dalam aset tetap                    3.000

Sehingga, basis kas modifikasi akan menghasilkan neraca seperti contoh berikut.

Negara-negara penganut basis kas modifikasi merasa bahwa informasi yang dihasilkan oleh basis ini lebih informatif daripada yang dihasilkan oleh basis kas maupun basis akrual. Bagian ekuitas dana, selain menunjukkan informasi tentang ekuitas dana lancar yang memungkinkan kontrol atas kas, juga memberikan informasi tentang kondisi kekayaan berupa aset tetap.

Sementara itu, basis akrual modifikasi lebih banyak diimplementasikan pada negara-negara yang menggunakan multidana dalam investasi dalam akuntansi pemerintahannya. Basis akrual modifikasi pada dasarnya adalah basis akrual yang mnecatat transaksi-transaksi sesuai dengan kejadiannya, tidak semata-mata pada saat kas diterima atau dibayarkan. Namun, basis akrual modifikasi mempunyai fokus pengukuran hanya pada sumber daya yang bersifat lancar.

Akuntansi pemerintahan di AS misalnya, menggunakan basis akrual modifikasi untuk pencatatan di General Fund. Maka, General Fund akan mencatat transaksi-transaksinya tidak semata-mata berdasarkan kas, seperti halnya basis akrual, tetapi neraca yang diterbitkan hanya memuat sumber daya lancar. Transaksi-transaksi yang terkait dan atau menghasilakan aset tetap/utang jangka panjang akan dicatat dalam dana tersendiri. Di AS, dana tersebut disebut sebagai Account Grup, yang terdiri atas General Capital Asset untuk melaporkan transaksi aset tetap dan General Long Term Liabilities untuk melaporkan transaksi utang jangka panjang.

Untuk membantu kemudahan memahami keempat basis akuntansi, berikut akan diilustrasikan beberapa transaksi dan pencatatan jurnalnya.


  1. Akuntansi Anggaran
Akuntansi anggaran (budgetary accounting) mengacu pada praktik yang dilakukan oleh banyak organisasi sektor publik, khususnya pemerintah dalam upaya menyajikan akun-akun operasinya menggunakan format yang sama dengan anggarannya. Tujuan praktik ini adalah menekankan peranan anggaran dalam siklus perencanaan-pengendalian-pertanggungjwaban.

Ide di balik akuntansi anggaran ini adalah untuk kemudahan. Kesulitan yang muncul karena organisasi yang berbeda biasanya mengadopsi format pelaporan juga berbeda. Hal ini disebabka oleh suatu fakta bahwa perbedaan intrinsik antara jasa yang diberikan dalam organisasi yang berbeda telah tercermin dalam anggaran mereka.

Hasil yang lebih bermakna dapat diperoleh dengan membuat akun-akun anggaran yang diklasifikasikan dengan cara tertentu yang spesifik terhadap jasa tertentu, namun hal ini menyebabkan ketidakseragaman dalam format akuntansi anggaran. Ada masalah signifikan bahwa organisasi yang berjenis sama memberikan jasa yang sama mungkin memiliki perlakuan yang berbeda walaupun akuntansi anggaran telah diadopsi oleh mereka. Hal ini timbul karena ada dua masalah yaitu:

a.       Level agresi
b.      Perbandingan antara anggaran dan aktual yang terjadi

Secara otoritas mungkin menerbitkan akun-akun anggarannya untuk jasa pendidikan secara keseluruhan. Otoritas lain mungkin menerbitkan jumlah anggaran untuk sekolah dasar, menengah, dan ssebagainya. Yang lain mungkin akan memublikasikan pegeluaran karyawan, alat tulis, dan lalin-lain untuk masing-masing sekolah dasar, menengah, dan sebagainya. Masalah dari penerbitan informasi yang terlalu rinci adalah bahwa laporan keuangan menjadi tebal dan menyulitkan pembacanya. Di sisi lain, laporan yang tidak terlalu rinci dapat memudahkan pembacanya, namun ada resiko bahwa infomasi penting mungkin hilang Itidak terdapat dalam laporan tersebut). Dengan demikian, hal penting dalam penerapan akuntansi anggaran adalah penetapan klarifikasi dan level agregasi.

Dahulu, pemda di Inggris memproduksi laporan keuangan yang tebal dan rinci, namun dalam beberapa tahun terakhir, pmerintah telah mengadopsi level agregasi yang lebih tinggi yang menyebabkan pengurangan terhadap jumlah halaman yang dapat lebih dimengerti oleh pengguna sekaligus mengurangi biaya pembuatannya.

Kelemahan lain dari akuntansi anggaran terletak pada seberapa sering, atau seberapa intensifkah laporan keuangan membandingkan antara anggaran dengan yang aktual terjadi dan menjelaskan perbedaannya. Banyak organisasi yang membuat akun-akun anggaran seiring dengan anggaran namun hanya membandingkan dua di antaranya secara global. Contoh: akun-akun dan anggaran mungkin saja dibuat secara detai tetapi hanya total pembelanjaan bersih untuk setiap divisi yang memberikan jasa tersebut yang dibandingkan dengan anggaran, menunjukkan apakah ada pembelanjaan yang kurang atau berlebih untuk semua akun, namun hanya untuk menjelaskan perbedaan yang signifikan. Perbedaan yang signifikan dapat didefinisikan sebagai suatu perbedaan yang jumlahnya melebihi presentase atas anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya namun tidak dapat dijelaskan oleh perubahan tingkat harga umum.

Tantangan bagi akutansi anggaran adalah sebuah pertanyaan tentang apakah dperlukan perbandingan antara anggaran dan realisasinya untuk setiap jenis objek belanja. Ketika sebuah organisasi pemerintah telah menggunakan pendekatan anggaran kinerja, maka perbandingan anggaran dan realisasi tidak lagi menjadi perhatian utama. Yang menjadi fokus perhatian adalah indikasi kinerja. Dalam beberapa kasus, penyajian anggaran berbanding realisasi malah dikhawatirkan membawa pembacanya dalam paradigma anggaran tradisional.

  1. Akuntansi Komitmen
Akutansi komitmen (commitment accounting) mengakui transaksi ketika organisasi telah memiliki komitmen untuk melaksanakan transaksi tersebut. Ini berarti bahwa transaksi tidak diakui ketika ada penerimaan atau pengeluaran kas, juga bukan pada saat faktur diterima atau dikirimkan, namun pada saat yang lebih awal yaitu pada saat pesanan dibuat atau diterima.

Sebagai contoh, seorang manajer memesan 100 kotak kapur tulis. Manajer tersebut telah menentukan pemasok yang akan dipilih dan harga sekarang dari dapur ini, misalnya, adalah Rp5.000/kotak. Ketika pesanan dibuat dan dikirimkan kepada pemasok untuk 100 kotak kapur dengan harga Rp5.000/ kotaknya, manajer mendebit beban. Ada bermacam-macam faktor yang memengaruhi jumlah dari faktur yang kemudian akan diterima, seperti pemasok tidak memiliki 100 kotak kapur, harga yang kemudian berubah, atau asumsi harga yang salah dari manajer. Maka, kreditnya tidak menuju pada pemasok (bukan utang atau kas yang diberikan pada pemasok), namun pada akun pemesanan seperti berikut ini:

Kapur                                                                                      Rp500.000
            Pesanan Kepada Pemasok                                                      Rp500.000

Ketika faktur atas kapur tersebut sudah diterima, maka jurnalnya menjadi

Pesanan Kepada Pemasok                                                      Rp500.000
            Kapur                                                                                      Rp500.000

Jika barang yang dikirimkan atau jumlah fakturnya lebih atau kurang dari jumlah yang dicatat dalam suatu pemesanan, jurnal koreksi harus dibuat. Misalnya ternyata harga kapur tersebut bukan Rp5.000, tetapi Rp5.500 maka jurnalnya adalah:

Pesanan Kepada Pemasok                                                      Rp500.000
Kapur                                                                                      Rp  50.000
            Utang Kepada Pemasok                                                         Rp550.000

Dengan menggunakan sistem ini, organisasi mengakui pesanan sebagai komitmen untuk menimbulkan pengeluaran dan akun ini mencatat komitmen secara berkesinambungan.
Fungsi utama dari akuntansi komitmen adalah dalam kontrol anggaran. Gagasannya adalah bahwa akun-akun bulanan yang mencatat hanya faktur yang diterima atau dibayar memberikan hanya sedikit nilai terhadap proses pengambilan keputusan. Agar manajer dapat mengendalikan anggaran mereka, mereka perlu mengetahui seberapa besar anggaran yang telah menjadi komitmen dalam hubungan dengan pesanan yang dibuat. Kalau manajer hanya menerima akun-akun yang mencakup penerimaan dan pembuatan faktur, manajemen dapat dengan mudah menjadi terlalu terpaku atau terlalu berkomitmen (over-committed) pada anggarannya. Tentu saja manajer yang berhati-hati akan mengetahui bahwa akun-akun tersebut tidak memasukkan pesanan yang telah dibuat namun fakturnya belum diterima, dan akan membuat catatan mereka sendiri mengenai hal ini sehingga mereka tidak membuat anggaran mereka over-committed. Pertanyaan yang muncul adalah “jika informasi akuntansi ini sangat relevan untuk manajer, mengapa tidak dimasukkan dalam akun-akun?”

Karena berkaitan dengan fungsi utamanya, maka akuntansi komitmen berfokus pada pesanan yang telah dibuat. Pesanan yang diterima yang berhubungan dengan pendapatan tidak akan dicatat sampai faktur telah dikirimkan. Masalah pengendalian anggaran tidak memengaruhi pendapatan dengan cara yang sama seperti halnya hal ini memengaruhi beban.

Walaupun ada kasus yang menyatakan bahwa akuntansi komitmen meningkatkan pengendalian anggaran adalah baik, ada masalah yang turut terlibat dalam mengadopsi akuntansi komitmen ini dalam akun-akun. Masalah ini adalah bahwa item tertentu yang telah didukung oleh pengiriman pesanan akan dicatat sebagai beban. Secara umum, tidak ada kewajiban hukum yang ditimbulkan dan pesanan tersebut dapat dibatalkan dengan mudah. Dengan demikian, sulit untuk menerima bahwa pesanan ini adalah beban untuk periode akuntansi dimana pesanan tersebut baru dibuat.

Terdapat jenis masalah yang timbul dalam akuntansi berbasis akrual yang lebih berbahaya ketika organisasi menerapkan sistem akuntansi kommitmen ini. Misalnya, ada manajer yang anggarannya masih di bawah batas maksimal sebulan sebelum akhir tahun anggaran. Manajer mengetahui bahwa level normal dari pembelanjaan akan membuat pengeluaran anggaran terlalu rendah (under-spent) dan hal ini dapat menyebabkan anggaran tahun berikutnya menjadi berkurang. Dalam akuntansi akrual, untuk memastikan bahwa seluruh anggaran dibelanjakan, pesanan tambahan akan diajukan dan faktur yang diterima akan dicatat. Hal ini menjadi masalah, namun setidaknya dibatasi oleh waktu mulai dari pesanan diajukan sampai dengan faktur tersebut diterima.

Jika menggunakan akuntansi komitmen, manajer dapat dengan mudah mengeluarkan pesanan saat mendekati akhir tahun anggaran untuk menghabiskan anggaran tersebut. Sementara kecil kemungkinannya untuk mencegah pesanan dibatalkan setelah tahun anggaran yang baru dimulai.
Faktanya, dalam praktik untuk akuntansi komitmen ini adalah mengeluarkan semua pesanan yang dibuat namun fakturnya diterima dari akun-akun. Hal ini berarti bahwa walaupun akuntansi komitmen dapat meningkatkan pengendalian anggaran digunakan sebagai alat untuk melaporkan kinerja secara periodik kepada manajer, praktik profesional beberapa negara membatasi penggunaannya dalam akun-akun tertentu.

Jika akuntansi komitmen diadopsi selama tahun anggaran, konversi dari akuntansi komitmen menjadi akrual biasa pada akhir tahun adalah:

Pesanan yang dibuat                                       xxx
            Belanja ABC                                                   xxx
Belanja XYZ                                                   xxx

Kamis, 27 Agustus 2015

BUKU MAHIR KOMPUTER AKUNTANSI DENGAN ACCURATE


Untuk memperoleh bukunya silakan donwload di link
Untuk Data Excell nya dilakan donwload di link:
bagi yang belum punya akun 4shared silakan daftar dulu.
semoga bermanfaat.
bagi yang berkenan memberi donasi untuk penyempurnaan buku ini 
silakan transfer ke Rek BRI: 
0334-01-036363-50-2
atas Nama Joko Pramono




Sabtu, 07 Desember 2013

SOAL REMIDI KOMPUTER AKUNTANSI ACCURATE KELAS XI DAN XII

Untuk anak-anak kelas XI dan XII Akuntansi SMK Negeri  6 yang perlu remidial, silakan download soal dan data excel PT Cahaya Semesta pada link berikut. Untuk Soalnya silakan cetak. 

Pelaksanaan remidi Insyaallah
Kamis, 12 Desember 2013 
Kelas XI  jam 08.00-09.00
Kelas XII jam 19.30 -  10,30 

Waktu Pengerjaan hanya 60 menit. Persiapkan dengan baik. Boleh bawa laptop dan pastikan sudah terinstal accurate dan printer canon ip 2700

Senin, 02 Desember 2013

Soal dan jawaban PPN (SPT Masa 1111)

Bagi para pembaca yang belajar Pajak, saya sajikan contoh dan jawaban (berupa SPT masa PPN 1111) .
Silakan unduh di
1. Soal Latihan PPN
2. Kunci Jawaban (SPT Masa PPN 1111)

Minggu, 24 November 2013

Analisa Transaksi dan Pencatatan Ke dalam Jurnal Umum

PENJURNALAN

P
enjurnalan dianalogikan sebagai peringkasan transaksi secara kronologis. Di awal bab ini kita mendiskusikan tentang Debet dan Kredit yang merupakan pengetahuan penting untuk penjurnalan. Selanjutnya kita membahas tentang pengertian penjurnalan, informasi penting transaksi, buku jurnal, langkah-langkah penjurnalan, dan aplikasi penjurnalan.
Fungsi jurnal meliputi :
1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.
2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.
3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.
4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.
5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.


A. Debet dan Kredit

S
ebenarnya Debet dan Kredit hanya sebatas menunjukkan sisi kiri dan sisi kanan suatu akun. Debet dan kredit TIDAK identik dengan perubahan berupa penambahan (+) dan pengurangan (-).
Sifat debet (D) dan kredit (K) bergantung pada jenis akunnya dengan ketentuan sebagai berikut:



a. Elemen Aset: bertambah di Debet, berkurang di Kredit
b. Elemen Kewajiban: bertambah di Kredit, berkurang di Debet
c.  Elemen Ekuitas: bertambah di Kredit, berkurang di Debet
d. Elemen pendapatan: bertambah di Kredit, berkurang di Debet
e.  Elemen biaya: bertambah di Debet, berkurang di Kredit


Sifat akun elemen Aset dan akun elemen biaya sama, yaitu di debet jika bertambah dan di kredit jika berkurang. Sedangkan sifat akun elemen Kewajiban, elemen Ekuitas, dan elemen pendapatan adalah sama, yaitu di kredit jika bertambah dan di debet jika berkurang (ingat aplikasi PDA di Bab sebelumnya).

B. Pengertian Penjurnalan

P
enjurnalan dimaksudkan untuk meringkas transaksi secara urut waktu (kronologis). Penjurnalan harus tetap mencantumkan informasi penting yang bermanfaat untuk proses akuntansi.


C. Informasi Penting Transaksi

I
nformasi penting tentang transaksi yang dicantumkan dalam penjurnalan adalah sebagai berikut:
1. Tanggal transaksi

2. Akun-akun yang terkait dengan transaksi

3. Nilai rupiah transaksi.

4. Kode akun

5. Deskripsi singkat transaksi

Informasi lainnya dapat dicantumkan sesuai kebutuhan perusahaan.



D. Buku Jurnal

M
edia  penjurnalan  disebut  buku  jurnal.  Terdapat  dua  (2)  macam buku jurnal, yaitu buku jurnal umum dan buku jurnal khusus. Perusahaan kecil lazimnya menggunakan buku jurnal umum, yaitu buku jurnal yang menampung  semua  jenis  transaksi  yang  terjadi  di  perusahaan.  Bentuk buku jurnal umum adalah sebagai berikut:
Perusahaan  besar  lazimnya  menggunakan  buku  jurnal  khusus. Setiap  buku  jurnal  khusus  menampung  jenis  transaksi  tertentu.  Buku jurnal khusus lazimnya terdiri dari:
1. Buku jurnal Penjualan Kredit

2. Buku jurnal Pembelian Kredit

3. Buku jurnal Penerimaan Kas

4. Buku jurnal Pengeluaran Kas

5. Buku jurnal Umum

Penggunaan buku jurnal khusus menjadikan perusahaan mengetahui total nilai transaksi untuk jenis transaksi tertentu secara lebih mudah.


E.  Langkah-langkah Penjurnalan

uatlah buku jurnal yang diperlukan. Berikut ini langkah-langkah penjurnalan menggunakan buku jurnal umum dalam proses pembelajaran:
1.   Tulislah tanggal transaksi di kolom Tanggal

2.   Tentukan akun-akun yang di debet dan yang dikredit

3.   Tulislah akun-akun yang di debet ke kolom Nama Akun

4.   Dibawah akun-akun yang di debet, tulislah akun-akun yang di kredit.

Akun yang di kredit ditulis menjorok ke dalam di banding akun-akun yang di debet.
5.   Dalam tanda kurung, tulislah deskripsi singkat di bawah akun-akun

6.    Tulislah nilai rupiah untuk masing-masing akun ke salah satu kolom; Debet atau Kredit.
7.    Pastikan bahwa total nilai rupiah sisi debet sama dengan total nilai rupiah sisi kredit
8.    Di baris terakhir setiap lembar buku jurnal, hitunglah jumlah total sisi debet dan sisi kredit. Pastikan bahwa jumlah kedua sisi adalah sama.
9.    Bawalah jumlah kedua sisi debet dan kredit di nomor 8 tersebut ke baris paling atas di lembar berikutnya.

F. Contoh Penjurnalan

B
erikut ini contoh transaksi dan penjurnalan yang dibuat:

01  Februari  Cherry  menerima  pembayaran  tunai  Rp2.500.000  dari  penyediaan  jasa penyewaan mobil
Analisis Transaksi:
a.    Transaksi ini berpengaruh pada akun kas dan akun Pendapatan karena penerimaan pendapatan dari penyewaan mobil.
b.   Pengaruh transaksinya adalah akun kas mengalami peningkatan akibat investasi dan akun Pendapatan juga mengalami peningkatan akibat penerimaan jasa dari penyewaan mobil.
c. Oleh karena akun kas mengalami peningkatan maka sesuai kaidah, akun ini akan didebit, demikian juga akun Pendapatan juga mengalami peningkatan sehingga akun ini harus dikredit.

G. Aplikasi Penjurnalan

S
ebagai informasi awal, diketahui bahwa Cherry merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pembelajaran on-line. Jasa unggulannya adalah penerbitan ebook, kursus & pelatihan akuntansi, konsultasi ujian, dan penyediaan data keuangan perusahaan.

Berikut ini transaksi (T) Cherry selama bulan Januari 2013.

T1:   01 Januari Tuan IMAN menyetorkan uang tunai Rp 10.000.000,00 ke Cherry.
T2:  02 Januari Tuan IMAN menyerahkan komputer Rp 3.000.000 ke Cherry.
T3: 03 Januari Cherry membeli supplies berupa alat tulis kantor Rp 1.000.000 dari toko Rajin secara tunai.
T 4: 04 Januari Cherry membeli 1 komputer Rp 4.000.000 di toko Digital secara kredit (dibayar tgl 15/01)
T5:  15 Januari Cherry melunasi Kewajibannya kepada toko Digital  Rp 4.000.000 tunai.
T6:  16 Januari Tuan IMAN mengambil uang tunai dari Cherry untuk kepentingan pribadi  Rp1.000.000,00
T7:  17 Januari Cherry membayar honorarium staff administrasi untuk bulan Januari Rp1.500.000 tunai.
T8:  18 Januari Cherry memperoleh pendapatan dari jasa konsultasi yang diberikan Rp4.500.000 tunai.

Analisis T1:
  1. Akun yang dipengaruhi adalah Akun Kas dan Akun Ekuitas/Modal Tuan Iman
  2. Akun kas mengalami peningkatan dan Akun Ekuitas/Modal Tuan Iman jga mengalami peningkatan akibat investasi Tuan Iman. Peningkatannya masing-masing sebesar Rp 10.000.000,00
  3. Sesuai kaidah debet-kredit, maka akun kas di catat sebelah debet dan akun Modal Tuan Iman dicatat sebelah kredit.
Analisis T 2:
  1. Akun yang dipengaruhi adalah akun Peralatan Kantor dan Akun Modal Tuan Iman.
  2. Pengaruh transaksinya adalah akun perlatan kantor bertambah dan akun Modal Tuan Iman juga bertambah.
  3. Sesuai kaidah Debet-kredit, maka akun Peralatan Kantor dicatat sebelah Debet dan akun Modal Tuan Iman dicatat sebelah kredit.
Analisis T3:
  1. Akun yang dipengaruhi adalah akun Suplies/Perlengkapan dan Akun Kas.
  2. Pengaruh transaksinya adalah Akun Perlengkapan/Suplies mengalami peningkatan dan Akun Kas mengalami penurunan karena pembelian tunai suplies.
  3. Pencatatannya: Akun Perlengkapan/suplies bertambah dicatat sebelah debet dan akun kas dicatat sebelah kredit.
Sekarang coba Anda lakukan analisis untuk T4-T8.
Transaksi-transaksi di atas dicatat di buku jurnal umum mengikuti langkah-langkah yang telah diuraikan diatas. Cherry menggunakan buku jurnal umum untuk mencatat semua transaksi yang terjadi di atas. Hasil penjurnalan yang dilakukan perusahaan Cherry tercantum di buku jurnal umum sebagaimana tercantum di Peraga 3 yang di bawah ini.
Cherry Corner.Com
Jurnal Umum
Bulan : Februari 


KESIMPULAN



P
enjurnalan adalah meringkas transaksi secara kronologis. Pada prinsipnya, penjurnalan dilakukan dengan mendebet satu atau lebih akun dan mengkredit satu atau lebih akun lainnya dalam total nilai rupiah yang seimbang. Hal ini adalah implementasi dari pencatatan berpasangan. Penjurnalan dicantumkan di buku jurnal. Terdapat dua jenis buku jurnal, yaitu buku jurnal umum dan buku jurnal khusus.
Perusahaan kecil lazimnya menggunakan buku jurnal umum, yaitu satu (1) buku jurnal untuk mencatat semua transaksi yang terjadi. Sedangkan perusahaan berskala besar lazimnya menggunakan beberapa buku jurnal khusus untuk menampung jenis transaksi tertentu yang sering terjadi. Jenis buku jurnal khusus yang dibuat tergantung pada kebutuhan perusahaan.


Kata-kata Kunci


01.
Penjurnalan
05.
Kronologis
02.
Buku jurnal umum
06.
Buku jurnal khusus
03.
Buku jurnal penjualan kredit
07.
Debet dan Kredit
04.
Buku jurnal penerimaan kas
09.
Buku jurnal pengeluaran kas
05.
Penulisan menjorok ke dalam
10.
Buku jurnal pembelian kredit

Sebagai referensi tambahan silakan kunjungi dan baca materi jurnal umum di http://milamashuri.wordpress.com/jurnal-umum/