Senin, 18 Februari 2013

Ada Apa dengan Daging Sapi????

 



Pagi tweps semua, semoga pagi yg cerah membawa semangat tak kenal bagi kita semua, sy akan share soal #daging yg ramai akhir2 ini

Kita akan awali soal#daging ini dengan pertanyaan : siapakah yg diuntungkan dgn pembatasan impor sapi dan#daging ini?

Dimedia ramai sekali dikatakan bhw rakyat menjerit krn harga#daging mahal, apa benar yg teriak rakyat?jgn2 importir nakal yg serakah

Pengamat byk menyoroti dari sisi harga#daging saja tanpa byk melihat kondisi peternak di desa2 yg punya sapi u tabungan sekolah anak2 mrka

Bhkn A.Samad via running tex TV One mnybt ada kartel pangan(#daging ) yg banyak terjadi di Kementan, wlaupun ini kmdian dibantah Kemendag

Komisioner KPPU:Munrokhim Misanam menyebut kelangkaan harga#daging ini terjadi krna kesalahan perencanaan.Apa benar demikian?terlalu sumir

Akhirnya politisi, pengamat bhkan akademisi menjadikan#daging ini semata2 urusan politik tanpa melihat dgn jernih kondisi ril peternak

Stlh opini yg dibangun media:daging mahal, perlu tambahan sapi dan daging impor, seolah2 rakyat SANGAT butuh, betulkan?kita ikut setuju?

Apa benar importir dan pengusaha rugi dgn kondisi harga daging sekarang? Apakah benar rakyat perlu tambahan impor #daging ?

Saya jawab: tidak, hanya berkurang saja keuntungan mereka#daging

Kok untung? Mari kita buat contoh kecil saja:harga daging sapi 1 Kg=120.000 paling mahal saat ini, jika dibuat Steak Dading Sapi#daging

Satu porsi Steak di hotel atau kafe2 berkelas:min 50.000 dgn porsi daging 10 ons,1 Kg jadi 10 porsi x 50.000=500.000, krg tax 15%#daging

500.000-75.000=425.000,bumbu dan bahan lain:50.000, msh : 375.000. Jadi 375.000 - 120.000=255.000, masih sangat untung#daging bg hotel

Itulah salah satu fakta ril soal #daging sapi yg para pengusaha teriak bhw daging mahal, padahal faktanya mreka masih untung

Sekarang kita akan bhs bgaimna kondisi ril peternakan nasional kita#daging

Bhw peternak kita saat ini sdg menikmati harga sapi yg terus membaik, pembatasan impor sapi dan daging membuat peternak semangat#daging

Impor sapi Brahman Cross dari Australia th 2009 u peternak binaan @ppnsi menjdkan harga ternak lokal hancur smpai 24.000/kg bobot hidup

Saat itu sapi BC diberikan pmrth via poknak u penambahan volume, nmn program ini gagal dan merugikan peternak#daging

Namun importir sgt diuntungkan,harga beli di Australia adlh sapi potong nmn di Indonesia bisa dipakai u calon induk#daging

Saat itu importir diam, bhkn saya pernah dtg cek sapi impor di kandang ternak di Jabar seluas mata memandang hanya sapi#daging

Kondisi ini membuat Kementan menguragi impor#daging dan sapi yg hanya menguntungkan importir krna tidak mendukung swasembada daging nas

Akhirnya BPS melakukan survey u memastikan : jumlah sapi, kerbau, ayam yg kita punya berapa?

Berdasar hasil sensus sapi yang berakhir pada Juni lalu, total sapi dan kerbau mencapai 16.077.192#daging sangat siap swasembada

Kerbau 1.258.319,sapi 14.818.873. sapi potong 14.253.732 dan sapi perah 565.141.Jatim 4,7 juta, Jateng 2,1 juta dan Sulsel 1 jutaan.

Pekan kmrin sy diskusi dgn pak @bayukr soal kondisi ternak kita, ada kesamaan visi bhw sbnrany kita siap swasembada#daging

Bahkan pak @hattarajasa pernah juga sy kirim gambar berita koran SM soal kecukupan ternak kita, beliau : RT artinya kita siap swasembada

Kembali ke laptop#daging soal keuntungan kebijakan pembatasan impor daging bagi peternak, krna sejatinya AS tdk ingin peternak kita sjtr

Inilah fakta kepedulian Kementan dalam melindungi peternak agar sejahtera#daging

2008:202 ribu sapi dan 91 ribu ton daging, 2009:234 ribu sapi dan 110 ton daging,2010:210 ribu sapi dan 140 ribu ton daging#daging

2011:122 ribu sapi dan 102 ribu ton daging,2012:102 ribu sapi dan 40 ribu ton daging, 2013:267 ribu sapi atau setara 48 ribu ton daging

Kita bisa lihat bhw sebenarnya importir sdh dimanja sejak puluhan tahun oleh penguasa dulu agar terus melakukan impor#daging

Importir skrg gerah dgn kebijakan pengurangan impor yg dilakukan pak @suswono dan Anton AP krna terbukti membuat peternak smkin sejtra

Buktinya peternak sejahtera saat ini harga sapi lokal berat hidup sdh 35-36 ribu/kg dr awalnya hanya 24 ribu/kg#daging

Peternak semakin bergairah dan tdk mau menjual sapinya, bhkan menambah jumlah sapinya u tabungan anak sekolah#daging

Kenapa para importir kita tdk bahagia saat peternak menikmati harga sapi yg bagus?hrsnya mereka adil kpd sesama anak bangsa#daging

Apakah juga media yg memberitakan soal impor daging paham kondisi ternak kita?#daging dan apa mrka juga mnghitng soal harga makan steak?

Jujurlah para importir, jujurlah pengamat dan politisi, jgnlah iri dengkimu membuat peternak dan negeri ini dikuasi asing#daging

Pak @hattarajasa juga menguatkan bhw tidak ada kartel pangan dan daging:http://t.co/ZPm3QOyP, jadi nampak sekali A Samad mengada2

fakta dan data serta dukungan kebijakan yg mendukung peternak, kita juga tahu bhw penikmat daging impor adlh hotel,bkn rakyat#daging

@ppnsi melalui berbagai media sdh mengusulkan u terus meningktkan pasokan sapi dan volume sapi dgn: memperbaiki pasar hewan dan transport

Temen2 sementara itu soal share #daging agar kita melhat dgn jernih bhw pembatasan impor ini sangat membantu bangsa ini

Kultwit @Riyono_PPNSI (Sekjen @PPNSI)



Follow @Riyono_PPNSI on Twitter !

0 komentar: