IKLAN

Sabtu, 01 Agustus 2026

PENCATATAN - PENGUKURAN-PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN KERUGIAN PERSEDIAAN DALAM SK EP

Pembahasan ini mengacu pada prinsip-prinsip pengakuan dan pengukuran persediaan dalam SAK EP yang pada substansinya sejalan dengan konsep lower of cost and estimated selling price less costs to complete and sell.

 

a. Konsep Kerugian Persediaan

Kerugian persediaan merupakan penurunan manfaat ekonomi yang terjadi karena nilai tercatat persediaan lebih tinggi daripada manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh ketika persediaan dijual atau digunakan.

Kerugian tersebut dapat disebabkan oleh:

  • kerusakan fisik;
  • barang usang (obsolete);
  • penurunan harga jual;
  • kehilangan atau pencurian;
  • kualitas menurun;
  • biaya penyelesaian atau biaya penjualan meningkat.

SAK EP mensyaratkan bahwa persediaan tidak boleh disajikan melebihi jumlah manfaat ekonomi yang diperkirakan dapat diperoleh.

 

b. Pencatatan (Recognition)

1. Saat kerugian diakui

Kerugian diakui ketika pada akhir periode pelaporan ditemukan bahwa:

Nilai tercatat persediaan > Nilai realisasi yang diharapkan.

Pada saat tersebut perusahaan harus menurunkan nilai persediaan.

Jurnal

Misalkan:

Harga perolehan persediaan = Rp150.000.000

Nilai yang masih dapat dipulihkan = Rp135.000.000

Kerugian = Rp15.000.000

Jurnal:

Debit

Kredit

Kerugian Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000

Persediaan Rp15.000.000

atau

Debit

Kredit

Beban Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000

Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000

Apabila menggunakan akun cadangan, maka persediaan tetap disajikan sebesar harga perolehan dengan pengurang berupa cadangan.


2. Kerugian karena barang rusak

Misalnya ditemukan barang rusak senilai Rp8.000.000.

Jurnal:

Debit

Kredit

Kerugian Persediaan Rp8.000.000

Persediaan Rp8.000.000

 

3. Kerugian karena kehilangan

Misalnya hasil stock opname menunjukkan kehilangan Rp3.500.000.

Jurnal:

Debit

Kredit

Kerugian Kehilangan Persediaan Rp3.500.000

Persediaan Rp3.500.000

 

c. Pengukuran (Measurement)

Menurut SAK EP, setelah pengakuan awal, persediaan diukur pada nilai yang lebih rendah antara:

  1. biaya perolehan (cost); dan
  2. estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan.

Dengan kata lain:

Nilai Persediaan = yang lebih rendah antara:

  • Harga Perolehan
  • Estimasi Harga Jual − Biaya Penyelesaian − Biaya Penjualan 

Contoh 1

Harga perolehan             Rp240.000.000

Estimasi harga jual        Rp235.000.000

Biaya penjualan               Rp10.000.000

Maka:

Nilai yang dapat dipulihkan

= Rp235.000.000 − Rp10.000.000

= Rp225.000.000

Karena:

Harga Perolehan                                             = Rp240.000.000

Nilai yang dapat dipulihkan                       = Rp225.000.000

Persediaan harus diukur sebesar:           = Rp225.000.000

Kerugian:                                             =     Rp15.000.000

 

Contoh 2

Harga perolehan                             =Rp180.000.000

Estimasi harga jual                         =Rp205.000.000

Biaya penjualan                               =Rp8.000.000

Nilai yang dapat dipulihkan       =Rp197.000.000

Karena nilai tersebut lebih tinggi daripada biaya perolehan, maka persediaan tetap diukur sebesar Rp180.000.000 dan tidak diakui keuntungan yang belum direalisasi.

 

d. Penyajian (Presentation)

Pada laporan posisi keuangan, persediaan disajikan sebagai aset lancar. Apabila terjadi penurunan nilai, penyajiannya dapat dilakukan dengan dua pendekatan.

Pendekatan 1 (langsung dikurangi)

Aset Lancar

Persediaan .................       Rp225.000.000

 

Pendekatan 2 (menggunakan cadangan)

Aset Lancar

Persediaan (harga perolehan) ........                         Rp240.000.000

Cadangan penurunan nilai persediaan ....            (Rp15.000.000)

Persediaan bersih ........                                              Rp225.000.000

 

Pada laporan laba rugi, kerugian disajikan sebagai bagian dari:

  • Beban Pokok Penjualan; atau
  • Beban Operasional (sesuai kebijakan akuntansi entitas). 

Contoh penyajian:

Laporan Laba Rugi

Pendapatan .................                          Rp2.500.000.000

Beban Pokok Penjualan ........                  (Rp1.700.000.000)

Kerugian Penurunan Nilai Persediaan ...     ( Rp15.000.000)

Laba Kotor ................                              Rp785.000.000

 

e. Pengungkapan (Disclosure)

Dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), SAK EP mengharuskan entitas mengungkapkan informasi yang memadai mengenai persediaan, antara lain:

1. Kebijakan akuntansi

Misalnya:

  • dasar pengukuran persediaan;
  • metode penentuan biaya (FIFO atau rata-rata tertimbang);
  • metode penilaian penurunan nilai.

 

2. Jumlah tercatat persediaan

Misalnya:

Jenis Persediaan

Nilai

Bahan baku

Rp250.000.000

Barang dalam proses

Rp180.000.000

Barang jadi

Rp450.000.000

Barang dagang

Rp320.000.000

 

3. Jumlah kerugian yang diakui

Contoh:

Selama tahun berjalan entitas mengakui kerugian penurunan nilai persediaan sebesar Rp15.000.000 akibat penurunan harga jual produk jadi.

 

4. Penyebab kerugian

Contoh:

  • barang rusak;
  • barang usang;
  • perubahan teknologi;
  • penurunan permintaan pasar;
  • penurunan harga pasar.

 

5. Pembalikan penurunan nilai (jika diperkenankan dan memenuhi ketentuan SAK EP)

Jika penyebab penurunan nilai tidak lagi ada, maka jumlah pembalikan harus diungkapkan beserta alasannya.

 

Contoh Pengungkapan dalam Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan X – Persediaan

Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan menggunakan metode FIFO.

Pada tanggal 31 Desember 20X1, entitas mengakui kerugian penurunan nilai persediaan sebesar Rp15.000.000 akibat penurunan harga jual produk elektronik. Nilai tercatat persediaan setelah penurunan nilai adalah sebesar Rp225.000.000.

 

Ringkasan Perlakuan Akuntansi Kerugian Persediaan Menurut SAK EP

Aspek

Perlakuan menurut SAK EP

Pencatatan

Kerugian diakui ketika nilai tercatat persediaan melebihi estimasi manfaat ekonomi yang akan diperoleh, dengan mendebit beban/kerugian penurunan nilai dan mengkredit persediaan atau cadangan penurunan nilai persediaan.

Pengukuran

Persediaan diukur pada jumlah yang lebih rendah antara biaya perolehan dan estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian serta biaya penjualan (lower of cost and estimated selling price less costs to complete and sell).

Penyajian

Persediaan disajikan sebagai aset lancar sebesar nilai tercatat setelah penurunan nilai. Kerugian penurunan nilai disajikan dalam laporan laba rugi sebagai bagian dari beban pokok penjualan atau beban operasional sesuai kebijakan entitas.

Pengungkapan

Entitas mengungkapkan kebijakan akuntansi persediaan, metode penentuan biaya, nilai tercatat tiap kelompok persediaan, jumlah kerugian penurunan nilai yang diakui, penyebab kerugian, serta pembalikan penurunan nilai (jika ada dan memenuhi ketentuan).

Paparan ini sesuai dengan prinsip utama SAK EP bahwa persediaan tidak boleh disajikan melebihi manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh, sehingga setiap indikasi penurunan nilai harus segera diakui agar laporan keuangan tetap menyajikan informasi yang andal dan relevan.

0 komentar: