Pembahasan ini mengacu pada prinsip-prinsip pengakuan dan
pengukuran persediaan dalam SAK EP yang pada substansinya sejalan dengan konsep
lower of cost and estimated selling price less costs to complete and sell.
a. Konsep Kerugian
Persediaan
Kerugian persediaan merupakan penurunan manfaat ekonomi
yang terjadi karena nilai tercatat persediaan lebih tinggi daripada manfaat
ekonomi yang diharapkan akan diperoleh ketika persediaan dijual atau digunakan.
Kerugian tersebut dapat disebabkan oleh:
- kerusakan fisik;
- barang usang (obsolete);
- penurunan harga jual;
- kehilangan atau pencurian;
- kualitas menurun;
- biaya penyelesaian atau biaya penjualan meningkat.
SAK EP mensyaratkan bahwa persediaan tidak boleh
disajikan melebihi jumlah manfaat ekonomi yang diperkirakan dapat diperoleh.
b. Pencatatan
(Recognition)
1. Saat kerugian diakui
Kerugian diakui ketika pada akhir periode pelaporan
ditemukan bahwa:
Nilai tercatat persediaan > Nilai realisasi yang
diharapkan.
Pada saat tersebut perusahaan harus menurunkan nilai
persediaan.
Jurnal
Misalkan:
Harga perolehan persediaan = Rp150.000.000
Nilai yang masih dapat dipulihkan = Rp135.000.000
Kerugian = Rp15.000.000
Jurnal:
|
Debit |
Kredit |
|
Kerugian Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000 |
Persediaan Rp15.000.000 |
atau
|
Debit |
Kredit |
|
Beban Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000 |
Cadangan Penurunan Nilai Persediaan Rp15.000.000 |
Apabila menggunakan akun cadangan, maka persediaan tetap
disajikan sebesar harga perolehan dengan pengurang berupa cadangan.
2. Kerugian karena barang rusak
Misalnya ditemukan barang rusak senilai Rp8.000.000.
Jurnal:
|
Debit |
Kredit |
|
Kerugian Persediaan Rp8.000.000 |
Persediaan Rp8.000.000 |
3. Kerugian karena kehilangan
Misalnya hasil stock opname menunjukkan kehilangan
Rp3.500.000.
Jurnal:
|
Debit |
Kredit |
|
Kerugian Kehilangan Persediaan Rp3.500.000 |
Persediaan Rp3.500.000 |
c. Pengukuran
(Measurement)
Menurut SAK EP, setelah pengakuan awal, persediaan diukur
pada nilai yang lebih rendah antara:
- biaya perolehan (cost); dan
- estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan.
Dengan kata lain:
Nilai Persediaan = yang lebih rendah antara:
- Harga Perolehan
- Estimasi Harga Jual − Biaya Penyelesaian − Biaya Penjualan
Contoh 1
Harga perolehan Rp240.000.000
Estimasi harga jual Rp235.000.000
Biaya penjualan Rp10.000.000
Maka:
Nilai yang dapat dipulihkan
= Rp235.000.000 − Rp10.000.000
= Rp225.000.000
Karena:
Harga Perolehan =
Rp240.000.000
Nilai yang dapat dipulihkan =
Rp225.000.000
Persediaan harus diukur sebesar: = Rp225.000.000
Kerugian: = Rp15.000.000
Contoh 2
Harga perolehan =Rp180.000.000
Estimasi harga jual =Rp205.000.000
Biaya penjualan =Rp8.000.000
Nilai yang dapat dipulihkan =Rp197.000.000
Karena nilai tersebut lebih tinggi daripada biaya
perolehan, maka persediaan tetap diukur sebesar Rp180.000.000 dan tidak
diakui keuntungan yang belum direalisasi.
d. Penyajian
(Presentation)
Pada laporan posisi
keuangan, persediaan disajikan sebagai aset lancar. Apabila
terjadi penurunan nilai, penyajiannya dapat dilakukan dengan dua pendekatan.
Pendekatan 1 (langsung dikurangi)
Aset Lancar
Persediaan ................. Rp225.000.000
Pendekatan 2 (menggunakan cadangan)
Aset Lancar
Persediaan (harga perolehan) ........ Rp240.000.000
Cadangan penurunan nilai persediaan .... (Rp15.000.000)
Persediaan bersih ........ Rp225.000.000
Pada laporan laba rugi, kerugian disajikan sebagai bagian dari:
- Beban Pokok Penjualan; atau
- Beban Operasional (sesuai kebijakan akuntansi entitas).
Contoh penyajian:
Laporan Laba Rugi
Pendapatan ................. Rp2.500.000.000
Beban Pokok Penjualan ........ (Rp1.700.000.000)
Kerugian Penurunan Nilai Persediaan ... ( Rp15.000.000)
Laba Kotor ................ Rp785.000.000
e. Pengungkapan
(Disclosure)
Dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), SAK EP
mengharuskan entitas mengungkapkan informasi yang memadai mengenai persediaan,
antara lain:
1. Kebijakan akuntansi
Misalnya:
- dasar pengukuran persediaan;
- metode penentuan biaya (FIFO atau rata-rata
tertimbang);
- metode penilaian penurunan nilai.
2. Jumlah tercatat persediaan
Misalnya:
|
Jenis Persediaan |
Nilai |
|
Bahan baku |
Rp250.000.000 |
|
Barang dalam proses |
Rp180.000.000 |
|
Barang jadi |
Rp450.000.000 |
|
Barang dagang |
Rp320.000.000 |
3. Jumlah kerugian yang diakui
Contoh:
Selama tahun berjalan entitas mengakui kerugian penurunan
nilai persediaan sebesar Rp15.000.000 akibat penurunan harga jual produk jadi.
4. Penyebab kerugian
Contoh:
- barang rusak;
- barang usang;
- perubahan teknologi;
- penurunan permintaan pasar;
- penurunan harga pasar.
5. Pembalikan penurunan nilai (jika diperkenankan dan
memenuhi ketentuan SAK EP)
Jika penyebab penurunan nilai tidak lagi ada, maka jumlah
pembalikan harus diungkapkan beserta alasannya.
Contoh Pengungkapan dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan X – Persediaan
Persediaan diukur berdasarkan biaya perolehan atau estimasi
harga jual dikurangi biaya penyelesaian dan biaya penjualan, mana yang lebih
rendah. Biaya perolehan ditentukan menggunakan metode FIFO.
Pada tanggal 31 Desember 20X1, entitas mengakui kerugian
penurunan nilai persediaan sebesar Rp15.000.000 akibat penurunan harga jual
produk elektronik. Nilai tercatat persediaan setelah penurunan nilai adalah
sebesar Rp225.000.000.
Ringkasan Perlakuan Akuntansi Kerugian Persediaan Menurut
SAK EP
|
Aspek |
Perlakuan menurut SAK EP |
|
Pencatatan |
Kerugian diakui ketika nilai tercatat persediaan melebihi
estimasi manfaat ekonomi yang akan diperoleh, dengan mendebit beban/kerugian
penurunan nilai dan mengkredit persediaan atau cadangan penurunan nilai
persediaan. |
|
Pengukuran |
Persediaan diukur pada jumlah yang lebih rendah antara
biaya perolehan dan estimasi harga jual dikurangi biaya penyelesaian serta
biaya penjualan (lower of cost and estimated selling price less costs to
complete and sell). |
|
Penyajian |
Persediaan disajikan sebagai aset lancar sebesar nilai
tercatat setelah penurunan nilai. Kerugian penurunan nilai disajikan dalam
laporan laba rugi sebagai bagian dari beban pokok penjualan atau beban
operasional sesuai kebijakan entitas. |
|
Pengungkapan |
Entitas mengungkapkan kebijakan akuntansi persediaan,
metode penentuan biaya, nilai tercatat tiap kelompok persediaan, jumlah
kerugian penurunan nilai yang diakui, penyebab kerugian, serta pembalikan
penurunan nilai (jika ada dan memenuhi ketentuan). |
Paparan ini sesuai dengan prinsip utama SAK EP bahwa persediaan
tidak boleh disajikan melebihi manfaat ekonomi yang diharapkan akan diperoleh,
sehingga setiap indikasi penurunan nilai harus segera diakui agar laporan
keuangan tetap menyajikan informasi yang andal dan relevan.


0 komentar:
Posting Komentar