
Letter from Dr Mohamed Beltaji to his martyred daughter
Putriku tercinta dan guruku bermartabat Asma al-Beltaji, aku tidak
mengucapkan selamat tinggal padamu, tapi kukatakan bahwa besok kita akan
bertemu lagi.
Kau telah hidup dengan kepala terangkat tinggi, memberontak melawan
tirani dan belenggu serta mencintai kemerdekaan. Kau telah hidup sebagai
seorang pencari cakrawala baru untuk membangun kembali bangsa ini,
memastikan tempatnya di antara peradaban.
Kau tidak pernah dijajah...